Sabtu, 04 April 2009

course outline

COURSE OUTLINE PERKULIAHAN

Mata Kuliah

:

METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN

Institut

:

ISID

Fakultas


TARBIYAH

Semester

:

VI

Bobot SKS

:

3 sks

Dosen

:

BASUKI AS''ADIE, M.Ag

Wibesite Perkuliahan On Line

:

http://research2009isid.blogspot.com

I. LEARNING OBJECTIVES

Mahasiswa mampu memahami konsep metodologi penelitian PAI kuantitatif (kn) dan kualitatif (kl) serta dapat mendesain rancangan proposal penelitian dan menyusun laporan penelitian dengan tepat dan benar.

II. TIME LINE PERKULIAHAN

PERTEMUAN

MATERI KULIAH

Keterangan

2 x pertemuan

Desain Penelitian Pendidikan

Kolektif (3 mhs)

2 x pertemuan

Seminar Proposal Penelitian Pendidikan

4 x pertemuan

Pelaksanaan Penelitian Secara Kolektif yang meliputi kegiatan pengumpulan dan analisis data

2 x pertemuan

Penulisan Laporan Penelitian Pendidikan

2 x pertemuan

Seminar Hasil Penelitian Pendidikan

III. REFERENSI

1. Moleong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2000.

2. Bogdan & Biklen. Qualitative Research for Education; An introduction to theory and methods. Boston: Allyn and Bacon, Inc, 1982.

3. Lofland. Analyzing Social Setting: A Guide to Qualitative Observation and Analysis. Belmont, Cal: Wadsworth Publishing Company, 1984.

4. Sugiyono. Metode Penelitian: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan RD . Bandung: Al-Fabeta, 2005.

5. Irwanto. Fokus Group Discussion. Jakarta: Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, 1998.

6. Miles, Matthew B. & Huberman, AS. Michael. Analisis Data Kualitatif, terj. Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI Press, 1992.

7. Spradley, James P. Participant Observation. New York Chicago San Francisco Dallas Montreal Toronto London Sydney, 1980.

8. Muhadjir, H. Noeng. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Sarasin, 2002.

9. Sutrisno, Hadi. Statistik. Yogyakarta: Yayasan Perbitan Fakultas Psikologi UGM, 1984

10. Ridwan, Belajar Mudah Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2005.

11. Singarimbun, Masri & Effendi, Sofian, (ed.) Metode Penelitian Survai. Jakarta: PT Pustaka LP3ES, 1995.

12. Wuisman, J.J.J.J.M. Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Penyunting M. Hisyam. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI, 1996.

Ponorogo , 5 April 2009

Dosen Pembina

BASUKI AS'ADIE, M.Ag

NIP. 150327277

Desain Proposal Penelitian KL

Sistematika Penyusunan Proposal Penelitian Kualitatif (Kl)

I. Judul Penelitian

II. Latar Belakang Masalah

III. Fokus Penelitian

IV. Rumusan Masalah

V. Tujuan Penelitian

VI. Manfaat Penelitian

VII. Landasan Teori dan Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

VIII. Metodologi Penelitian

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

B. Kehadiran Peneliti

C. Lokasi Penelitian

D. Sumber Data

E. Teknik Pengumpulan Data

F. Analisis Data

G. Pengecekan Keabsahan Temuan

H. Tahapan-tahapan Penelitian

IX. Sistematika Pembahasan

X. Daftar Isi Sementara

XI. Daftar Rujukan Sementara


proses menemukan judul kl_2

  1. MELAKUKAN PENJAJAGAN AWAL DI LAPANGAN UNTUK MENCARI DAN MENEMUKAN FENOMENA YANG UNIK

Dalam penelitian kualitatif, penelitian tidak harus berangkat dari masalah, karena dengan malakukan penjajagan awal di lokasi penelitian (places), peneliti kemungkinan akan menemukan beberapa fenomena kegiatan (activities) yang unik yang dilakukan oleh orang-orang (actors) dalam lokasi tersebut. Dari sini berarti peneliti menemukan beberapa gejala sosial yang bersifat holistik pada situasi sosial yang bisa diteliti.

  1. MENJELASKAN ALASAN KELAYAKAN PENELITIAN ”MENGAPA FENOMENA TERSEBUT DIKATAKAN UNIK DAN LAYAK UNTUK DITELITI”.

Peneliti memberikan alasan secara subyektif ”mengapa fenomena tersebut dikatakan unik dan layak untuk diteliti”)

  1. DIALOG TEORITIK

Peneliti harus menjelaskan secara ilmiah dengan menunjukkan sumber referensi (minimal 10 referensi yang valid terkait dengan fenomena yang akan diteliti) Ini penting dilakukan, karena dalam penelitian kualitatif (kl), penelitian bertolak dari fenomena, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas dan berakhir dengan suatu teori.

  1. JUDUL PENELITIAN

proses menemukan judul kl_1

  1. MENEMUKAN MASALAH. Pada tahap awal ini peneliti menemukan banyak fenomena yang terjadi pada obyek yang akan diteliti, tetapi fenomena-fenomena itu nampaknya ada penyimpangan dari standar keilmuan. Fenomena-fenomena tersebut perlu ditunjukkan dengan bukti yang valid.
  2. MELAKUKAN IDENTIFIKASI MASALAH. Fenomena-fenomana yang terjadi pada obyek yang akan diteliti, harus diidentifikasi. Dari hasil identifikasi ini, peneliti akan menemukan variabel-variabel yang akan dipilih untuk diteliti
  3. MENENTUKAN FOKUS PENELITIAN . Karena keterbatasan waktu, dana, tenaga, dan lainnya, peneliti harus menfokuskan penelitiannya pada satu fenomena yang akan diteliti secara mendalam
  4. MELAKUKAN DIALOG TEORITIK ”MENGAPA FENOMENA TERSEBUT DIKATAKAN MASALAH DAN LAYAK UNTUK DITELITI". Peneliti harus menunjukkan sumber referensi minimal 5 referensi yang valid terkait dengan fokus yang diteliti secara mendalam. Ini penting dilakukan untuk memperkuat dan memperjelas bahwa fenomena yang akan diteliti benar-benar pentingdan layak untuk diteliti, karena ada penyimpangan dari standar keilmuan/teori
  5. KEGELISAHAN PENELITI .Seorang peneliti kualitatif harus ”gelisah” dengan mengajukan satu pertanyaan ”apa yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait atas fenomena yang sedang atau telah terjadi” Inilah fungsi dari sebuah research, yaitu mencari jawaban atas kegelisahan seorang peneliti
  6. MELAKUKAN PENJAJAGAN AWAL DI LOKASI PENELITIAN. Untuk menjawab kegelisahan tersebut, dalam penelitian explorative yang menggunakan logika induktif dengan pendekatan kualitatif, peneliti TIDAK membaca konsep/teori/hasil penelitian terdahulu yang relevan untuk membantu peneliti dalam mengajukan dugaan “faktor-faktor apa yang menyebabkan mengapa masalah itu bisa terjadi, TETAPI seorang peneliti malakukan penjajagan awal di lokasi penelitian (place). Dari penjajagan ini peneliti menemukan aktivitas-aktifitas (activities) yang dilakukan oleh orang-orang atau pihak terkait (actors) terhadap masalah yang sedang atau telah terjadi . Dari temuan sementara hasil penjajagan ini, peneliti dapat merumuskan judul penelitian proposal kualitatif explorative dengan memilih satu fokus penelitian.
  7. MERUMUSKAN JUDUL PENELITIAN